Antara Aku dan Sepupu

Antara seseorang dengan sepupunya, baik sepupu dekat ataupun jauh, dari jalur ibu atau ayah, ada beberapa hukum yang hadir diantara mereka. Islam sudah mengatur sedemikian rupa, dari apakah sepupu bagian dari mahram, bolehkah seseorang dengan sepupunya, apakah sepupu bisa menjadi wali, apakah sepupu termasuk ahli waris, batasan bolehnya berinteraksi dengan sepupu sejauh mana dan batasan aurat antara seseorang dengan sepupunya sampai mana, dll.

Di Indonesia, banyak hukum-hukum terkait sepupu ini yang tidak dipelajari dan diketahui oleh masyarakat umum. Karena banyak yang mengira dan menyamankan sepupu ini masuk ke dalam jajaran saudara, sehingga merasa antara dia dengan sepupunya sama dengan antara dia dengan saudaranya, tidak ada batasan yang harus dijaga.

Memang jika dirunutkan antara seseorang dengan sepupunya masih ada hubungan darah, yaitu dari nenek moyang yang sama, meski tidak terhubung langsung. Kali ini penulis merasa penting untuk mencoba membahas beberapa hukum terkait antara seseorang dengan sepupunya.

Apakah Sepupu Mahram?

Ketentuan mahram, sebab dan siapa saja mahram bagi seseorang telah Allah jelaskan secara detail dalam surah An-Nisa Ayat: 23 yang artinya:

Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayanga. Tidak Wajib.

Pengertian mahram adalah orang-orang diharamkan untuk dinikahi. Di ayat di atas Allah menjelaskan mahram bagi seseoarang itu disebabkan yang pertama yaitu karena hubungan darah atau nasab. Siapa saja mereka mahram karena hubungan nasab? Apakah sepupu masuk di dalamnya?

Baca selengkapnya, download klik di sini. | Antara Aku dan Sepupu

Judul: Antara Aku Dan Sepupu
Penulis: Isnawati,Lc., MA
Terbit: Januari 2019
Penerbit: Rumah Fiqih Publishing
Halaman: 31
Legalitas: Waqaf/Gratis

Daftar Isi

A. Apakah Sepupu Mahram?
1. Mahram Nasab
2. Mahram Mushaharah (Pernikahan)
3. Mahram Sepersusuan

B. Bolehkah Menikah Dengan Sepupu?

C. Apakah Sepupu Bisa Menjadi Wali?

1. Syarat Menjadi Wali Nikah
a. Laki-laki
b. Kesamaan Agama
c. Berakal
d. Baligh
e. Merdeka
f. Al-’Adalah

2. Urutan Wali
a. Ayah Kandung
b. Kakek
c. Saudara Se-ayah dan Se-ibu
d. Saudara Se-ayah Tidak Seibu
e. Keponakan Dari Saudara Kandung
f. Keponakan Dari Saudara Yang Se-Ayah
g. Paman (Saudara Laki-laki Ayah)
h. Anak Paman

D. Apakah Sepupu Termasuk Ahli Waris?
1. Sepupu Ahli Waris
a. Syarat Sepupu Menjadi Ahli Waris

2. Sepupu Bukan Ahli Waris

E. Batasan Seorang Wanita Dengan Sepupu

1. Tidak Boleh Bersentuhan
a. Dalil Pertama:
b. Dalil Kedua

2. Tidak Boleh Bepergian

3. Tidak Boleh Berkhalwat

4. Tidak Boleh Terlihat Aurat
a. Al-Qur’an
b. Hadis

Daftar Pustaka

Profil Penulis

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *